MyLife MyGadget MyWork

Rabu, 07 Februari 2018

Istirahat antara 2 sesi

pelatihan Pelaksana Website Desa

Senin, 22 Januari 2018

BAHASA IRVAN HQ = BAHASA ANAK MUDA


ANAK MUDA BANTEN

Di dunia industri media khususnya di Banten, ‘menggarap’ segmen anak muda dikenal susah-susah gampang. Tidak sedikit media yang pernah menyapa segmentasi ini berujung kandas, apalagi yang sejak awal berorientasi melulu profit. Butuh kesabaran iya...tapi mengenali mereka lebih dekat jauh lebih penting.
Sejak awal 2000-an, saat Banten dibanjiri surat kabar harian lokal, beberapa dari mereka mencoba menyajikan halaman suplemen yang mengkhususkan sajian untuk segmentasi homogen ini, meski pada kenyataannya iklan yang mereka peroleh tidak sebanyak iklan reguler di halaman lainnya, namun hingga saat ini beberapa surat kabar tetap mempertahankannya, meski terkesan malu malu.
Di periode yang sama radio-radio lokal di Banten mencoba memasukkan slot khusus untuk pendengar anak muda, bahkan pada awalnya hampir semua radio memproklamirkan diri sebagai radio anak muda Banten, tetapi akhirnya harus menyerah kepada keadaan minimnya keberpihakan pemasang iklan dan terpaksa merubah format siaran ke all segmen, bahkan tidak sedikit yang kemudian harus gulung tikar.
Sebelum itu, di era 80-90an ada sekelompok  anak muda Banten mendirikan Cipta Muda Banten (CMB) yang bergerak di bidang Social Event Organizer. Langkah mereka cukup mendapatkan apresiasi dari anak muda di banten pada waktu itu. Meski bertajuk sosial namun puluhan acara yang mendatangkan artis ternama sukses mereka selenggarakan. Setiap event selalu didukung oleh banyak sponsor dan tiket laris manis. Event-event CMB bagi penggagasnya Roni Chaeroni, Gol A Gong, Romli, Edi Aryadi, Toni, Reni Arifin dkk tidak sekedar menyajikan hiburan bagi anak muda, tetapi bagaimana mereka mengenali ‘bahasa’ anak muda Banten dan berusaha memuaskan dahaganya, itulah salah satu kunci sukses CMB.

GENERASI Y & Z

Beratnya tantangan dalam menggarap segmentasi anak muda membuat cerukan ini menjadi kurang ‘sexy’, meski ada beberapa mencoba namun masih berkesan coba-coba. Peluang inilah yang dimanfaatkan oleh seorang Irvan Hq, bahkan sejak awal berdirinya di pertengahan 2000an, nama “Banten Muda” yang diusung pada judul besar Tabloidnya jelas menegaskan kearah mana media-nya menuju.
Irfan Hq tidak hanya membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda Banten untuk berekspresi dan berkreasi. Keseriusan Irfan Hq dalam memahami bahasa (keinginan) anak muda adalah suplemen paling mujarab dalam melewati masa-masa sulit diawal pembentukan. Tercatat tidak hanya sekali Tabloid Banten Muda harus terhenti penerbitannya karena terkurasnya modal. Alih alih menyerah, Irfan Hq semakin serius menekuninya. Inovasi demi inovasi begitu cair digelontorkan lewat tangan dinginnya, salah satunya dengan membentuk komunitas sosial “Banten Muda Community”, lambat laun ‘bahasa’ itu semakin dia pahami dan lebih dari itu  Irfan Hq seolah bisa mengerti apa yang menjadi mimpi anak muda.
Gebrakan lainnya adalah dengan menggagas acara tahunan Banten Muda Award yang digelar sejak 2012. Acara yang bertujuan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para pemuda Banten yang memiliki andil dan berperan besar dalam pembangunan masyarakatnya menjadi ajang yang selalu dinanti oleh anak-anak muda Banten. Semangat mereka tersulut untuk menciptakan karya dan kreasi dengan harapan menjadi peraih award di tahun berikutnya.
Banyak orang menyangka saat platform Banten Muda berubah (2015) dari media cetak (tabloid) menjadi media online dengan nama biem.co (asal kata dari BM dibaca Bi-Em), adalah untuk menyiasati mahalnya biaya cetak, dugaan itu SALAH BESAR!. dibawah ini adalah bukti kutipan obrolan chat saya dengan Irfan Hq yang masih tersimpan saat keputusan itu akan diambil :
09/15/2014 3:33PM
Irvan Hq      = Menurut akang bagaimana prospeknya kalo bm-online saya seriusin...
Saya             = bagus kang,..hanya usulan saya kemarin soal nama saja,..agar lebih meng-global,...character brand nya tetap ....usulan saya jadi BMonline atau apalah,...agar bisa meng grap pasar anak muda secara lebih luas (nasional/internasional) tidak hanya Banten
Irvan Hq      = soal itu saya setuju Kang..
Saya             = nah kalau yang men developnya saya minim referensi kang, untuk orang serang...
                          FBn aja masih nyari belum ketemu,.. 😀
                          baiknya orang lokal (serang) agar mudah supervisi, updating dan upgrading
Irvan Hq      = orang lokal masih jarang ya Kang yg punya kapasitas itu...
                          padahal saya pengen BM-online digarap serius..

02/28/2015 4:33PM
Irvan Hq      = Assalamu 'alaikum Wr Wb.
                          Kang punten, alhamdulillah website banten muda sebentar lagi selesai. sebagai ucapan terima kasih karena selama ini akang udah ngasih sumbang saran, kalo boleh saya minta dikirimin logo untuk kami tayang di website. Hatur Nuhun. Wasslm.

Keputusan transformasi Banten Muda diambil karena seorang Irfan Hq sangat serius dan sangat memahami keinginan segmentasi anak muda. Bila mengacu pada Teori Generasi-nya Strauss-Howe, segmen anak muda saat ini disebut generasi Y (millenial) dan generasi Z (i-generation), ciri kuat generasi ini akrab menggunakan teknologi komunikasi instant seperti Browsing, berkirim E-mail, posting media sosial serta membaca dan menshare berita yang mereka sukai.  Apapun yang dilakukan generasi ini kebanyakan berhubungan dengan dunia maya.
Dalam platform barunya, Biem.co semakin menguatkan positioning-nya di segmen anak muda Banten. Sekali lagi karena kemampuan penguasaan ‘bahasa anak muda’ yang dimiliki oleh seorang Irfan Hq. Inilah sebuah bentuk tanggung jawab sosial yang harus dilakukan semua orang untuk terus berkarya dan berbagi demi kepentingan orang banyak terutama generasi emas yang akan mampu membawa perubahan di Banten ke arah yang lebih baik. Salut!







My Location


Sabtu, 20 Januari 2018

Meet up ngopi

Selasa, 13 Juni 2017

FAKTA SEJARAH KESULTANAN BANTEN

Sebetulnya bagi saya pribadi pengakuan tanpa keraguan dari para Abuya, Ulama Besar dan Tokoh Banten seperti KH Abuya Muhtadi (Cidahu, Pandeglang), KH.Abuya Munfasir (Barugbug, Serang), KH Busro (Malingping), KH Nursyid Abdullah (Ulama tangerang), KH Tohir Toha (Kasemen), Buya Sujana Karis (Ciminyak, Lebak), H.Taufiqurrahman Ruki (Lebak), sudah lebih dari cukup membuka mata dan hati saya tentang Kesultanan Banten sebenarnya,....semoga kumpulan tulisan yang saya sarikan berikut, bisa mencerahkan kita semua,... silahkan disimak

1809-1813

Sultan Muhammad Syafiuddin (Sultan ke XVII) (nama lain :Muhammad bin Muhammad Muhyiddin Zainussalihin) merupakan salah seorang putera dari Sultan Muhammad Muhyiddin Zainussalihin. Ia naik takhta menggantikan Sultan Aliuddin II setelah sebelumnya posisi sultan diwakilkan oleh Caretaker Sultan Wakil Suramenggala, karena Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin belum cukup dewasa (usia 9 tahun).

1832

dikarenakan adanya perlawanan dari rakyat Banten yang terus menerus kepada pemerintah Hindia Belanda, terutama dengan adanya Bajak Laut Selat Sunda. Pemerintah Belanda menganggap adanya bantuan Kesultanan Banten dalam perlawanan tersebut, sehingga pada tahun tersebut Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin dan keluarga dibuang Belanda ke Surabaya.
Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin merasa kecewa terhadap perlakuan pihak penjaja asing dari Eropa serta melarang keturunannya untuk menikah dengan kalangan bule, hal ini dilanggar oleh Pangeran Surya Kumala sehingga hak pewarisan tahta Kesultanan Banten dialihkan kepada Pangeran Timur Soerjaatmadja.hingga wafatnya di tahun 1899 dan dimakamkan di Pemakaman Boto Putih Surabaya di seberang pemakaman Sunan Ampel.

1946 - 1948

Pada masa awal kemerdekaan RI di Yogyakarta terjadi pertemuan antara pewaris takhta Kesultanan Banten: Ratu Bagus Aryo Marjojo Soerjaatmadja, Soekarno, Sultan Hamengkubuwono IV, dan K.H. Tubagus Achmad Chotib al-Bantani (Residen Banten). Pada pertemuan Soekarno mempersilakan pewaris takhta Kesultanan Banten untuk memimpin wilayah Banten kembali, namun pewaris takhta dikarenakan tanggung jawabnya sebagi Direktur BRI (kini setingkat Gubernur Bank Indonesia) menitipkan kepemimpinan Banten termasuk penjagaan dan pengurusan aset keluarga besar Kesultanan Banten kepada K.H. Tubagus Achmad Chotib al-Bantani selaku Residen Banten sampai saat bilamana anak atau cucu Marjono kembali ke Banten.

2010

Forum Silaturahmi Keraton Kerajaan se-Nusantara (FSKN) yang pada saat itu diketuai oleh YM Tedjo Wulan, dan sekjennya YM Aryo Gunarso (Alm), mencari sosok pewaris asli garis lurus keturunan langsung dari Sultan Banten,yang dalam perjalanannya bertemu dengan Ibu Mintorosasih (Bibi dri Kangjeng Sultan Bambang WS) dan KH.Tb.Fathul Adzim Chatib (Putra Residen Banten) dan ditunjukkanlah kepada keturunan garis Lurus dari Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin, Sultan ke-17 Kesultanan Banten yang dibuang Belanda ke Surabaya dan beliau adalah Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja.
Setelah bertemu dengan pengurus FSKN, RTB Hendra Bambang diminta bergabung dalam kegiatan-kegiatan kerajaan nusantara. Pada tanggal 21 Juni 2010 tepatnya di Kerajaan Siak Riau, dinobatkanlah Rtb Bambang Wisanggeni oleh Pengurus FSKN dan diberikan cinderamata berupa Keris Pakubowono.
KH Tb Fathul Adzim putra Residen Banten KH Tb Achmad Chotib, menyerahkan kembali mandat dari kakek Sultan Bambang kepada keluarga Tb Achmad Chotib terkait kepengurusan Masjid Agung Banten Lama dan Makam Sultan Banten kepada Pewaris Kesultanan Banten, namun dikarenakan satu dan lain hal kepengurusan Masjid dan Makam Sultan Banten saat ini masih di bawah otoritas BWI (Badan Wakaf Indonesia).
KENADZIRAN adalah institusi atau organisasi yang mengurus dan mengelola Perwakafan. Wakaf itu harus jelas Waqif, Maukuf, dan Mauquf Alaih-nya. Saat ini BWI lah yang punya otoritas. Adapun Kesultanan adalah institusi yang turun kepada pewaris putra mahkota dari garis keturunan atau trah Sultan itu sendiri. Sehingga bilamana ada pihak Kenadziran mengurus makam dan masjid Sultan Banten yang bukan dari pewaris putra mahkota Sultan Banten mengklaim sebagai Sultan Banten maka klaim tersebut adalah tidak berdasar dan bukan haknya dan bukan pada tempatnya.

2013

Silsilah Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja selaku pewaris Kesultanan Banten diakui dan disahkan oleh Rabitah Azmatkhan selaku Lembaga penelitian nasab Keluarga turunan Walisongo dan juga disahkan oleh Naqobah Kesultanan Banten – Paguyuban Trah Kesultanan Banten. Di bulan Ramadhan di tahun 2013, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Banten dan keluarga besar keturunan Kesultanan Banten, dengan mengadakan Bakti Sosial ke daerah-daerah pemukiman di Banten yang banyak dimukimi oleh para dzuriyat Kesultanan Banten, misal daerah Banten Lama, Kasunyatan, Kenari dan lain-lain.

Pada bulan Desember 2013 Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni diundang oleh Gubernur Jakarta Bpk Jokowi yang sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia untuk mewakili Kesultanan Banten dalam acara Festival Keraton Se-Dunia (World Royal Heritage) di Monas Jakarta.

2014

Pengakuan terhadap Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai pewaris resmi Kesultanan Banten mulai datang dari kalangan internasional dengan diundangnya Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja sebagai Sultan Banten oleh pihak Kesultanan Kelantan Malaysia.

2015

Tepatnya pada tanggal 3 Februari 2015, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja diakui oleh para Ulama Internasional dari Turki (Oleh Syeikh Fadhil Jailani keturunan Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani), Syria, Kelantan-Malaysia dan Pattani-Thailand sebagai Sultan Banten terkini ke-18 dengan gelar Sultan Syarif Muhammad Ash-Shafiuddin. Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja juga diberikan wasiat dan mandat sebagai pewaris Kesultanan yang memimpin secara budaya dan Keislaman bersilaturahim dengan para ulama Banten, masyarakat dan pemerintah daerah.

2016

Pengakuan Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja diperkuat dalam hak waris dari Pengadilan Agama Serang pada tanggal 22 September 2016 dengan nomor keputusan PENETAPAN Nomer  0316/Pdt.P/2016/PA Srg dan salinan putusan Pengadilan Agama Serang September 2016 yang menyatakan, Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, MBA bin Ratu Bagus Abdul Mugni Soerjaatmadj Bin Ratu Bagus Maryono Soerjaatmadja Bin Pangeran Timur Soerjaatmadja Bin Sultan Maulana Muhammad Shafiudin (sultan Banten Berdaulat terakhir), sebagai Pemilik. Pertalian Darah Terkuat yang memiliki hak waris sebagai penerus kesultanan Banten.

Dalam acara Maulid Akbar dan Istighosah Kesultanan Banten di halaman Masjid Banten Lama, Kota Serang , Tanggal 11 Desember 2016,  Ulama, Pemerintah, dan tokoh masyarakat di Banten mengukuhkan penetapan Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menjadi Sultan Banten. Tokoh ulama yang mengukuhkan diantaranya, KH Abuya Muhtadi (Cidahu, Pandeglang), KH Busro (Malingping), KH Nursyid Abdullah (Ulama tangerang), KH Tohir Toha (Kasemen), H Edi Sutisna, KH Baehani, H Aris Haelani, Kemudian disusul pada kesempatan berikutnya oleh KH.Abuya Munfasir (Barugbug, Serang), Buya Sujana Karis (Ciminyak, Lebak), H.Taufiqurrahman Ruki (Lebak) hingga saat ini dukungan pengukuhan terus mengalir dari para kasepuhan dan tokoh masyarakat.
Semoga Sultan Banten terkini selain sebagai Entitas Budaya Masyarakat Banten, juga dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat Banten terutama dengan visi misi Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja di berbagai bidang termasuk di bidang pembenahan akhlak masyarakat Banten dengan tetap menjaga Akidah Islam...Aamiin YRA

Disarikan oleh : Andi S. Trisnahadi

Sumber :
Forum Rembuk Surasowan Kesultanan Banten
www.Kesultananbanten.id

https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Banten#Daftar_Sultan_Banten

Jumat, 31 Maret 2017

Kesultanan Banten

PROFIL SULTAN BANTEN
RATU BAGUS HENDRA BAMBANG WISANGGENI SOERJAATMADJA

Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja bin Ratu Bagus Abdul Mughni Soerjaatmadja bin Ratu Bagus Marjono Soerjaatmadja bin Pangeran Timur Soerjaatmadja bin Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin, Sultan Penuh Banten terakhir adalah merupakan pewaris sah dan resmi Kesultanan Banten. Beliau adalah : Ketua Lembaga Trah (LT) Sultan Shafiuddin – Kesultanan Banten Pelestarian Budaya Kesultanan Banten ; Ketua Lembaga Keluarga Besar dan Kerabat Kesultanan Banten dan Ketua Yayasan Khazanah Kesulthanan Banten

Beliau dilahirkan pada tanggal 31 Agustus 1954. Pada tanggal 12 Juni 2010,  Forum Silaturahim Keraton Se-Nusantara (FSKN) pimpinan YM Tejowulan Keraton Surakarta, beliau diakui sebagai perwakilan resmi Kesultanan Banten. Dan pada tahun yang sama oleh KH Tb Fathul Adzim putra Residen Banten KH Tb Achmad Chotib, menyerahkan kembali mandat dari kakek Sultan Bambang kepada keluarga Tb Achmad Chotib terkait kepengurusan Masjid Agung Banten Lama dan Makam Sultan Banten kepada Pewaris Kesultanan Banten, namun dikarenakan satu dan lain hal kepengurusan Masjid dan Makam Sultan Banten saat ini masih di bawah otoritas BWI (Badan Wakaf Indonesia).

KENADZIRAN adalah institusi atau organisasi yang mengurus dan mengelola Perwakafan. Wakaf itu harus jelas Waqif, Maukuf, dan Mauquf Alaih-nya. Saat ini BWI lah yang punya otoritas. Adapun Kesultanan adalah institusi yang turun kepada pewaris putra mahkota dari garis keturunan atau trah Sultan itu sendiri. Sehingga bilamana ada pihak Kenadziran mengurus makam dan masjid Sultan Banten yang bukan dari pewaris putra mahkota Sultan Banten mengklaim sebagai Sultan Banten maka klaim tersebut adalah tidak berdasar dan bukan haknya dan bukan pada tempatnya.

Pada tahun 2013, Silsilah beliau selaku pewaris Kesultanan Banten diakui dan disahkan oleh Rabitah Azmatkhan selaku Lembaga penelitian nasab Keluarga turunan Walisongo dan juga disahkan oleh Naqobah Kesultanan Banten – Paguyuban Trah Kesultanan Banten. Pada bulan Ramadhan di tahun 2013, beliau menunjukkan kepedulian kepada masyarakat Banten dan keluarga besar keturunan Kesultanan Banten, dengan mengadakan Bakti Sosial ke daerah-daerah pemukiman di Banten yang banyak dimukimi oleh para dzuriyat Kesultanan Banten, misal daerah Banten Lama, Kasunyatan, Kenari dan lain-lain.

Pada bulan Desember 2013 bapak Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni diundang oleh Gubernur Jakarta Bpk Jokowi yang sekarang menjadi Presiden Republik Indonesia untuk mewakili Kesultanan Banten dalam acara Festival Keraton Se-Dunia (World Royal Heritage) di Monas Jakarta. Sepanjang tahun 2013-2015 Beliau juga kerap mengadakan kunjungan silaturahim dengan para Ulama Banten semisal : KH. Muhtadi bin Abuya Dimyathi Cidahu, KH Munfasir, KH Yusuf Mubarok Cinangka, KH Sukanta Labuan, KH Uci Turtusi Cilongok Pasar Kamis Tangerang, KH Thobari Syadzili Tangerang, KH Lukman Harun Cilegon dan lain-lain.

Pada Tahun 2014, pengakuan terhadap beliau sebagai pewaris resmi Kesultanan Banten mulai datang dari kalangan internasional dengan diundangnya beliau sebagai Sultan Banten oleh pihak Kesultanan Kelantan Malaysia.

Pada tahun 2015, tepatnya pada tanggal 3 Februari 2015, Beliau diakui oleh para Ulama Internasional dari Turki (Oleh Syeikh Fadhil Jailani keturunan Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani), Syria, Kelantan-Malaysia dan Pattani-Thailand sebagai Sultan Banten terkini ke-18 dengan gelar Sultan Syarif Muhammad Ash-Shafiuddin. Beliau juga diberikan wasiat dan mandat sebagai pewaris Kesultanan yang memimpin secara budaya dan Keislaman bersilaturahim dengan para ulama Banten, masyarakat dan pemerintah daerah. 

Pengakuannya diperkuat dalam salinan putusan Pengadilan Agama Serang September 2016 yang menyatakan, Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja, MBA bin Ratu Bagus Abdul Mugni Soerjaatmadj Bin Ratuu Bagus Maryono Soerjaatmadja Din Pangeran Timur Soerjaatmadja Bin Sultan Maulana Muhammad Shafiudin (sultan Banten Berdaulat terakhir), sebagai Pemilik. Pertalian Darah Terkuat yang memiliki hak waris sebagai penerus kesultanan Banten.

Dalam acara Maulid Akbar dan Istighosah Kesultanan Banten di halaman Masjid Banten Lama, Kota Serang , Tanggal 11 Desember 2016,  Ulama, Pemerintah, dan tokoh masyarakat di Banten mengukuhkan penetapan Ratu Bagus Bambang Wisanggeni Soerjaatmadja menjadi Sultan Banten. Tokoh ulama yang mengukuhkan diantaranya, KH Abuya Muhtadi (Cidahu, Pandeglang), KH Busro (Malingping), KH Nursyid Abdullah (Ulam tangerang), KH Tohir Toha (Kasemen), H Edi Sutisna, KH Baehani, H Aris Haelani, Kemudian disusul pada kesempatan berikutnya oleh KH.Abuya Munfasir (Barugbug, Serang), Buya Sujana Karis (Ciminyak, Lebak), H.Taufiqurrahman Ruki (Lebak) hingga saat ini dukungan pengukuhan terus mengalir dari para kasepuhan dan tokoh masyarakat.

Semoga Sultan Banten terkini selain sebagai Entitas Budaya Masyarakat Banten, juga dapat membawa kemaslahatan bagi masyarakat Banten terutama dengan visi misi beliau di berbagai bidang termasuk di bidang pembenahan akhlak masyarakat Banten dengan tetap menjaga Akidah Islam...Aamiin YRA

***untuk informasi tentang kegiatan Kesultanan Banten, bisa di cek di :
kesultananbanten.id

Selasa, 06 Oktober 2015

Berebut Kue atau Membuat Kue Baru?

Siang ini saya kedatangan seorang teman lama,  dia seorang AE bahasa kerennya singkatan dari Account Executive di sebuah media lokal, tulisan itu pula yang tercetak di bawah namanya pada kartu nama perusahaan yang dia berikan. "Bagaimana kang Andi menghadapi persaingan bisnis?" ujar dia tiba tiba bertanya di sela obrolan, sontak gelas kopi yang hampir mendarat di bibir saya jadi tertahan. Jujur saya kaget mendapat pertanyaan yang diluar dugaan, beberapa detik saya tatap raut mukanya. Jujur saya ingin tahu pertanyaan spontankah yang dia lontarkan atau karena dia kagum melihat suasana di kantor saya yang "terlihat" sibuk.
Sejak produk China membanjiri Indonesia, telah banyak memberikan perubahan besar pada berbagai segmen kehidupan. Sebut saja HaPe yang pada tahun 90an hanya bisa dimiliki oleh kalangan berduit. Meski jarang berbunyi, serasa mati gaya kalo tangan kiri "nganggur"  tidak menggenggam HaPe. "mubazir kalo gak ditemeng-temengin ndi, dapet beli mahal soalnya ha...ha...ha.." seloroh teman saya yang beruntung mampu membeli HP yang cukup canggih. Bandingkan dengan masa sekarang, Maman pedagang batagor di sekolah sebelah asik ber SMS ria sambil menggoreng, Mang Dudi kuli bangunan bertelepon ria sambil bergelantungan di plafon rumah, bahkan pembantu di rumah pun asik cekikikan sambil nyapu teras. Wajar saja mereka mampu membeli, lawong harganya yang seratus ribuan pun ada, urusan pulsa banyak paket gratisan, meski ngga sepenuhnya bener juga, namanya juga iklan hehe.
Kembali ke pertanyaan teman saya tadi,... Singkat saya jawab : " saya lebih memilih untuk membuat kue yang baru, ketimbang berebut kue yang ada" jabaran singkatnya begini : saya lebih memilih untuk menciptakan peluang serta membuat demand yang baru dibanding harus berebut atau bersaing dengan kompetitor memperebutkan pekerjaan yang ada....hehe